Tentang APIC

Penerapan Smart City di Indonesia membutuhkan kolaborasi dari semua pemangku kepentingan karena tujuan akhir yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia yang cerdas. Hal ini sejalan dengan tujuan bernegara sebagaimana tertera dalam Undang-Undang Dasar 1945, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Untuk mencapai kemajuan yang lebih pesat dalam mendukung terwujudnya Indonesia cerdas, dibutuhkan suatu organisasi atau kolaborasi yang menghimpun berbagai stakeholder baik dari pemerintah, dunia usaha, industri, akademisi, penggiat komunitas, penggiat sosial, media, penggiat lembaga swadaya masyarakat maupun masyarakat umum.

Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC) lahir dari embrio Forum Smart Indonesia Initiatives. Komunitas ini menghelat Forum Smart City Ke-2 pada tanggal 20-21 Juli 2016 di Surabaya. Tepat pada tanggal 21 Juli 2016 APIC resmi dideklarasikan.

APIC dibentuk untuk menjawab kebutuhan sebuah organisasi atau kolaborasi yang menghimpun berbagai stakeholder bangsa.  Kolaborasi berbagai stakeholder dalam satu wadah yang bisa mensinergikan semua potensi dengan melibatkan kota-kota di Indonesia.

APIC juga konsen pada pengembangan model Smart City Garuda sebagai acuan awal pengembangan kabupaten, kota dan desa cerdas yang perlu di kembangkan untuk acuan pembangunan Indonesia cerdas.

APIC memandang kebutuhan sebuah ekosistem yang terdiri dari sumber daya manusia, tata kelola, dan teknologi yang mencukupi, sangat dibutuhkan untuk mewujudkan desa, kabupaten, kota, dan provinsi cerdas.

Pengimplementasian solusi cerdas dimulai dari penyelesaian masalah kecil namun dilakukan secara tepat dan didukung oleh segenap stakeholder daerah. Solusi-solusi ini diimplementasikan secara startegis, bertahap dan berkesinambungan. Tentu dengan roadmap di tingkat desa, kabupaten, kota, propinsi, maupun nasional.